Teheran (KABARIN) - Iran melalui Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC menyatakan bahwa pihaknya akan menganggap setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz sebagai pihak yang bekerja sama dengan musuh.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Iran, Fars, Kamis, IRGC mengeluarkan peringatan keras terkait aktivitas pelayaran di kawasan Teluk.
“Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh meninggalkan pelabuhan di Teluk Persia maupun Teluk Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kolaborasi dengan musuh,” kata IRGC.
Sebelumnya pada hari yang sama, Khatam al-Anbiya Central Headquarters mengumumkan penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz untuk seluruh jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal dagang. Kebijakan itu disebut sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
IRGC bahkan menegaskan bahwa setiap kapal yang mencoba melewati kawasan tersebut akan menjadi sasaran serangan.
Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menuduh Teheran mengulur waktu dalam proses perundingan dan menyatakan rencana serangan berskala besar terhadap Iran.
Sementara itu, pada Kamis pagi waktu setempat, media Iran juga melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan di beberapa wilayah selatan seperti Minab dan Mohr.
Tiga ledakan dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, sementara empat ledakan lainnya terdengar di Sirik. Aktivasi sistem pertahanan udara juga dilaporkan terjadi di Tehran serta wilayah selatan Iran.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026